Archive for December, 2008


Selamat Tahun Baru Muharram!!

Tett..tretet..tet..tet…

Selamat Tahun baru Muharram 1430 Hijriyah.

Semoga dengan bertambahnya tahun baru Hijriyah semakin bertambah kualitas keimanan kita dan tercapai semua Hajat dan cita-citanya, amin.

Tett..tretet..tet..tet…

Turunkan harga!!!… eiits.. liat dulu

Bensin turun lagi??!!
Sekarang menjadi IDR 5000 sedangkan pertamax masi diangka IDR 6500, efektifkah?, sepertinya ngga, budaya kita biasanya bila harga BBM naik maka akan diikuti kenaikan pula di harga-harga barang yang lain, mulai dari bahan makanan yang berkanjut ke makanannya, harga barang yang diikuti dengan alasan biaya transportasi naik pula dan sebagainya. Nah, fenomena turunnya harga BBM dalam 2 tahap saat ini belum tentu memberikan tendensi positif bagi kita, tuntutan untuk turunnya harga makanan dan barang pun datang silih berganti, namun ternyata sampai saat ini hal tersebut masih sebatas menjadi wacana saja.

Berantas Korupsi

Akhirnya pilkada untuk sebagian daerah Jawa timur diulang kembali.
Hu..uh, bener-bener menyesakkan, dalam pemilu tahap pertama jumlah Golput yang tinggi sempat membuat paradigma bahwa krisis kepercayaan terhadap sistem pemerintahan yang tinggi menyebabkan rakyat enggan untuk menyempatkan waktunya datang ke TPS, disamping alasan bahwa kepemimpinan sebelumnya masih dinilai layak untuk duduk lagi (andai tidak terhambat oleh batasan 3 kali periode). Namun bukan kondisi seperti ini yang akan siangkat sebagai wacana melainkan, lebih kepada mental rakyat kita saat ini. Di tengah-tengah perjuangan KPK yang begitu gigih dalam memberantas koruptor-koruptor dinegara kita, disamping beberapa BUMN mulai konsekuen dalam menyuarakan korupsi (seperti kejaksaan) dan perbaikan management di beberapa perusahaan dari dalam/luarnegri dengan materi “code of conduct” sebagai tamengnya (seperti pertamina), sebenarnya sudah saatnya kita lebih memingkatkan budaya anti korupsi dari hal yang kecil sampai dengan hal yang besar tanpa ragu-ragu lagi. Ngga perlu muluk-muluk ke jumlah yang lebih tinggi dari upeti-upeti yang sering kita terima (dulu mungkin), namun ke hal yang lebih kecil seperti datang ke kantor tepat waktu, pulang tepat waktu, hindari lembur bila memang ngga perlu, istirahat tepat waktu dan bisa juga bekerja pada porsi yang tepat sesuai scope of work kita, bila tugas tersebut menuntut kita untuk maksimal dan focus maka konsekuensi kita untuk melakukannya, namun apabila parameter lebih dan seringnya kita Overtime karena menyelesaikannya, maka dengan lugas kita harus sampaikan bahwa dibagian tersebut butuh untuk ditambah lagi tenaganya. Jadi dengan kata lain, mungkin sebuah hal yang kecil menurut kita telah kita lakukan, namun bisa jadi berakibat besar bagi orang lain atau mungkin lingkungan ditempat kita ini.