Hari rabu yang lalu ada berita di detiksurabaya.com yang menampilkan tema "Perkembangan INternet Disurabaya", kebetulan saya yang memeberi kutipan tersebut. ada beberapa hal lagi yang mungkin belum disampaikan oleh Pak zainal (reporternya), yaitu :
1. Selain membudidayakan Internet dikalangan penduduk surabaya lewat pemasangan Hot-Spot Wifi di beberapa area, Pemkot memiliki peran penting juga dalam menigkatkan kulaitas internet dengan cara, meningkatkan bandwith (minmal internal IIX) demi menunjukkan bahwa semua kalangan mampu untuk mengakses internet dimanapun dan kapanpun juga.
2. Nih, buat Penduduk Sby nih.. hehe, mahal bukan alasan mutlak bagi kita untuk meningkatkan kemampuan dalam mempelajari sesuatu terutama dalam hal internet. Kita bilang "harga", hal tersebut merupakan parameter relativ, ditengah mulai maraknya hot-spot wifi area dan ditengah mulai turunnya harga internet. Saya jadi inget cerita beberapa temen yang pernah bermukim di india, dari sisi kenyamanan dan keleluasaan fasilitas belajar, negara kita masi merupakan negara yang lebi enak dibanding india, tapi mengapa kualitas individunya masi ketinggalan dibanding India, ambil sample misal di india jarang kita temui yang namanya warnet, usaha mereka untuk mempelajari internet dengan cara membuka warnet keliling, yaitu sebuah kendaraan yang membawa 1 laptop, accu, dan 1 antenna grid (antena 2.4 untuk akses internet) keliling, setiap kali ada yang butuh internet maka dia akan berhenti untuk mencarikan koneksi internet dan menunggu sampai dengan pemakai tersebut selesai, btw… kendaraannya tadi adalah sepeda "kebo" / sepeda Pit.
Well… segitu mungkin, yang perlu ditambahkan, jadi pad intinya, agar kedua belah fihak saling merespon inisiatip dan tindakan terhadap pengembangan internet di Surabaya ini.untuk versi PDF beritanya bisa diambil disini