Perlukah Kita Iba????
Siang itu kutatap seorang ibu yang datang dengan kumus-kumus seperti tersengat panasnya matahari siang, ditengah pancaroba perpindahan musim saat ini. Dalam dekapannya tersibak beberapa lembar tabloid koran yang seperti ikut lusuh dan agak layu (meskipun keliatan bener kalo koran pagi ini), " seribu …seribu..seribu nih pak?!.." ucapnya sambil sesekali menengadahkan koran tersebuat agar mudah diliat dan ditunjukkan bahwa itu adalah koran baru hari ini. Dalam peluh dan raut mukanya, sepertinya ibu ini menanggung ‘beban’ akan masalah atau apapun yang seakan - akan menggantung di pundaknya, menggelayut, menekan atau mungkin juga menghimpit jalan setapaknya dalam berjuang demi mencari sesuap nasi di antara warung dan perempatan jalan kutisari siang itu. Karena kebetulan saya ngga butuh koran tersebut (tadi pagi nebeng ikut baca di kantor), maka dengan sesantun mungkin kutolak tawaran ibu tersebut yang mencoba menawarkan koran murah tersebut. Selang agak beberapa lama tampak dari tempat duduk saya sebuah mobil yang terhenti di perempatan tersebut dan dari balik kacanya mengeluarkan selembar seribuan dan diberikan kepada pengemis yang menurut saya meskipun tampak lusuh tapi sebenarnya ngga layak untuk dikasihani, pakaian compang-camping emang, badan lusuh emang, tapi apa yang dilakukannya??… hanya duduk di trotoar sambil menengadahkan tangan tanpa berbuat apapun …. he..eh.
Apakah ada yang salah??!!………..
Manakah yang perlu dikasihani?….
Perlukah kita mengasihani???…….
Siapa yang perlu dikasihani???…..
Bila dirunut satu persatu, ujung panah kesalahan pasti akan berakhir kepada pemerintah kita, Rasanya kadang kita perlu menyesal mengapa kita dilahirkan di negara yang makmur, kaya akan kandungan alam dengan berlimpah ruah hasil buminya, namun kita selalu bermentak seperti negara miskin. Mungkin kadang kala kita perlu berfikir untuk sesekali mencoba merasa hidup di negara yang miskin akan kandungan alam, miskin hasil alam, kering kerontang, tandus, dan sering gempa atau tsunami namun mental dan moral kita kaya akan semangat dan keinginan ngga ingin seperti ini terus menerus…. bukan begitu?!.. perlukah???, silahkan tanyakan kepada diri kita masing - masing, anda prefer yang mana?!..