Archive for June, 2007


Perlukah Kita Iba????

Siang itu kutatap seorang ibu yang datang dengan kumus-kumus seperti tersengat panasnya matahari siang, ditengah pancaroba perpindahan musim saat ini. Dalam dekapannya tersibak beberapa lembar tabloid koran yang seperti ikut lusuh dan agak layu  (meskipun keliatan bener kalo koran pagi ini), " seribu …seribu..seribu nih pak?!.." ucapnya sambil sesekali menengadahkan koran tersebuat agar mudah diliat dan ditunjukkan bahwa itu adalah koran baru hari ini. Dalam peluh dan raut mukanya, sepertinya ibu ini menanggung ‘beban’ akan masalah atau apapun yang seakan - akan menggantung di pundaknya, menggelayut, menekan atau mungkin juga menghimpit jalan setapaknya dalam berjuang demi mencari sesuap nasi di antara warung dan perempatan jalan kutisari siang itu. Karena kebetulan saya ngga butuh koran tersebut (tadi pagi nebeng ikut baca di kantor), maka dengan sesantun mungkin kutolak tawaran ibu tersebut yang mencoba menawarkan koran murah tersebut. Selang agak beberapa lama tampak dari tempat duduk saya sebuah mobil yang terhenti di perempatan tersebut dan dari balik kacanya mengeluarkan selembar seribuan dan diberikan kepada pengemis yang menurut saya meskipun tampak lusuh tapi sebenarnya ngga layak untuk dikasihani, pakaian compang-camping emang, badan lusuh emang, tapi apa yang dilakukannya??… hanya duduk di trotoar sambil menengadahkan tangan tanpa berbuat apapun …. he..eh.
Apakah ada yang salah??!!………..
Manakah yang perlu dikasihani?….
Perlukah kita mengasihani???…….
Siapa yang perlu dikasihani???…..

Bila dirunut satu persatu, ujung panah kesalahan pasti akan berakhir kepada pemerintah kita, Rasanya kadang kita perlu menyesal mengapa kita dilahirkan di negara yang makmur, kaya akan kandungan alam dengan berlimpah ruah hasil buminya, namun kita selalu bermentak seperti negara miskin. Mungkin kadang kala kita perlu berfikir untuk sesekali mencoba merasa  hidup di negara yang  miskin akan kandungan alam, miskin hasil alam, kering kerontang, tandus, dan sering gempa atau tsunami namun mental dan moral kita kaya akan semangat dan keinginan ngga ingin seperti ini terus menerus…. bukan begitu?!.. perlukah???, silahkan tanyakan kepada diri kita masing - masing, anda prefer yang mana?!..

Ada Semut… !!!???

Baru saja saya memindahkan bungkus permen yang telah di kerubutin semut dipojok ruangan, padahal belum ada sejam itu adalah tempat ketiga yang menjadi tempat sasaran semut, sebelumnya deket tempat sampah plastik, lalu ditengah pintu masuk ruangan asal muasal bungkus permen itu berada. Ketiga tempat tersebut telah didatangi semut ..  :)
Bukan masalah samaph sembarangan atau semutnya yang usil suka ngerubutin yang berbau "gula" tapi, coba liat darimana semut dapat mencium bungkus permen tersebut padahal jaraknya untuk ukuran semut tergolong jauh, Ada yang ingin menjelaskan?..

Zugzwang

Beberapa hari ini sepertinya ingin memahami benar - benar falsafah zugzwang yang berasal dari catur. dari penjelasan omm wiki seperti ini:

"Zugzwang means that one player is put at a disadvantage because he has
to make a move — the player would like to pass and make no move. The
fact that the player must make a move means that his position will be
significantly weaker than the hypothetical one in which it is his
opponent’s turn to move. In combinatorial game theory, it means that it
directly changes the outcome of the game from a win to a loss. The term
is used less precisely in other games"

Apapun yang terjadi..
Dalam Kondisi bagaimanapun..
Separah Apapun …
Sedahsyat apapun..
Seterjepit seperti apapun…

Sepertinya filosofi itu yang layak untuk dikedepankan dalam membuat movement, hehe… intinya menurut zugzwang ini, buat gerakan tapi jangan bergerak… nah lho .. seperti apa tuh???!!…. :)

Perang Ask dengan google

Seorang rekan dari luar pernah nyeletuk dalam pembicaraan ringan intinya bahwa dalam kesehariannya untuk searching (atau istilah trend kita gogling), mereka ngga pernah menggunakan google, cenderung mereka menggunakan search engine laen yaitu ask.com. Entah apa yang menyebabkan mereka cenderung menggunakannya, namun bila bingung mereka biasa mengatakan "yeah … ask jeeves yul!, perhaps they give answer" .. see..  simple aja mereka bilang,  ask jeeves.
Yah… sepertinya emang metode searching dan ask beda, liat aja dengan keyword yang sama dan standart apakah hasilnya juga sama.
membaca news dari forbes, sepertinya dengan tampilan yang baru saat ini, ask berusaha bersaing untuk merebut perhatian para konsumennya, bisakah terjadi?!!… kita liat aja ntar :)

The Opposite …

Hari ini sedikit browsing - browsing, tanpa sadar menemukan sebuah tulisan yang source kebetulan diambil dari panutan yang sama .. :)

Teori "Opposite"

   

   

         

      

Aku
dengar penjelasan atas "teori" ini dari KH Ahmad Asrori. Simple saja
sebenarnya, (kurang lebih dalam bahasaku) yaitu prinsipnya untuk
mencapai sesuatu kondisi, sebaiknya kita harus bersikap untuk merasa
kebalikan dari kondisi yang kita inginkan tersebut.
Misal :
1. Jika kita ingin pandai, sebaiknya kita harus merasa bodoh
2. Jika ingin kaya, sebaiknya kita harus merasa miskin
3. Jika ingin mulia, sebaiknya kita harus merasa hina

demikian juga sebaliknya :
1. Jika kita ingin bodoh, sebaiknya kita harus merasa pandai
2. Jika ingin miskin, sebaiknya kita harus merasa kaya
3. Jika ingin hina, sebaiknya kita harus merasa mulia

Kelihatannya sangat simple, tapi secara kebetulan, secara naluriah mustinya kita sudah "menerapkan"
teori ini kan ya, kecuali ada beberapa aspek yg bisa menyebabkan teori
ini tidak berlaku. Alhamdulillah Kyai Rori (demikian beliau aku
panggil) bisa menyampaikan hal ini dg simple, dalam, dilengkapi dg
referensi2nya. Saya sepakat dengan gambaran pada teori ini, semoga
senantiasa diberi kekuatan utk bisa mengingatnya …..

Teori ini
tentu saja (menurut saya) bukan utk kita pakai saat beraktifitas,
melainkan sekedar utk penyemangat, sedang saat beraktifitas tidak perlu
lah kita ber-andai2 atau memakai teori/fadhilah ini. Utk berbuat
positif kan tidak lah perlu harus didorong-dorong lagi oleh teori2
ataupun fadhilah, meskipun fadhilah itu baik :) Emangnya anak "oknum"
anak balita, mau berbuat sesuatu harus di-iming2-i sesuatu terlebih
dulu :)

Singkat dan padat, namun sarat akan muatan hikmah yang bisa diambil.

Setup DNS di fedora

Tutorial sederhana namun langsung tudepont pada intinya bisa dilihat dan dibaca disini

Antara satya graha dan Menjugde Masalah

Pernahkah kita menyimpulkan atau mengasumsikan sebuah fenomena, kejadian atau perlakuan terhadap lingkungan yang ada disekitar kita atau bisa jadi ke diri kita sendiri dengan anggapan "Salah" atau "benar", istilah lazim yang sering kita dengar adalah jugment. Berbicara mengenai jugment, berbuat adil dan bijak menyikapi sebuah masalah bukanlah kebiasaan atau tindakan yang mudah untuk dilakukan, bila seseorang terlahir untuk terbiasa menjadi bijak dan melihat segala permasalahan dari berbagai sisi. Sebenarnya menurut saya pribadi berbuat bijak dan adil dalam setiap hari sungguh bukanlah hal yang mudah, kadang kita harus mengenyampingkan kepentingan, merelakan hati dan kadang logika ngga sejalan dalam menilainya. Namun sebelum kita berbuat bijak sepertinya ada yang perlu dilakukan yaitu ngga perlu menjudge bila kita ngga mampu menilai, biarkan hakim dan lingkungan yang menilainya selama ngga bersinggungan dengan batasan kita. Toh .. Tuhan Yang Maha Adil dan Benar pun punya cara tersendiri dalam memberikan judgement terhadap kita dengan tidak secara langsung atau spontanitas muncul, terlepas hal tersebut merupakan konsekuensi dari apa yang telah kita perbuat.
Lalu bagaimana caranya kita menyikapi tanpa perlu menjudge???..
Ada berbagai macam cara, salah satu misal yang dilakukan oleh seorang gandhi adalah "satyagraha", bertindak dan berprilaku secara pasif dalam menjudge sebuah permasalahan atau fenomena yang terjadi, hasilnya…. kita bisa lihat sekarang.