Perbedaan Budaya Kaum Muda
Beberapa hari yang lalu, ada sebuah perbincangan ringan dengan salah satu sobat yang saat ini berada di salah satu negeri kaya minyak di jazirah arab sana, perbincangan kita berawal dari perbincangan mengenai rencananya untuk pulang mudik ke sby sini, namun ternyata perbincangan kita ngelantur sampai ke arah pendidikan dan culture budaya kita. Ada perbedaan signifikan pad bidang psikologis terutama pembinaan mental antara para generasi muda di negara tersebut dengan negara kita, apakah karena negaranya bener-bener memanjakan penduduknya dengan tunjangan yang berlimpah ruah, dari mulai pendidikan bila berangkat sekolah akan diberi bayaran, kesehatan di tanggung, tax free, sampai dengan bila menikah akan diberi sebidang tanah untuk mereka tempati sebagai hadiah dari pemerintah…ck.ck..ck, benar-benar negara yang makmur, siapa yang tak kepingin tinggal di negara yang kaya seperti itu???… namun jangan lupa, efeknya yang timbul adalah egoisme dikalangan penduduknya tinggi sekali, tak ada senyum ramah yang menghiasi muka mereka, tak ada keramahan ala negara kita, tak ada toleransi antar umat beragama dan keinginan untuk mengembangkan kepribadian kearah yang lebih baik…hem, lum lagi para generasi mudanya terlihat malas di tengah glamournya kendaraan yang mereka tumpangi untuk aktivitas mereka sehari - hari. Wah… ini lah perbedaannya, sepertinya kok masi lebih beradab tinggal di negara kita sendiri ya.. meskipun negara kita kaya akan koruptor dari mulai kelas teri sampe kelas kakap, atau mungkin negara kita adalah negara kaya akan hasil alam sampai - sampai yang namanya beras langka dan hampir tak terjangkau, atau mungkin negara kita adalah negara hukum (bacanya negara pemaaf bagi para terdakwa), atau mungkin negara yang lebih mementingkan subsidi bagi isi perut daripada subsidi peningkatan kecerdasan generasi mudanya lewat pendidikan, atau mungkin negara kita adalah negara yang para pemimpinnya lebih mengutamakan partainya daripada kepentingan negaranya, atau mungkin negara kita saat ini merupakan negara yang sedang berkembang (baca nya miskin) menurut data UN sampai - sampai tak ada lagi pernah kit dengar ada konglomerat terdaftar di forbes dari negara kita sendiri, dan atau mungkin ..atau mungkin yagn lainnya… :))
Well…. kesimpulan pembicaraan saya dan rekan saya tersebut intinya ..
bagaimanapun juga lebih enak hidup di negara kita sendiri, karena mental yagn terbangun adalah mental - mental yang lebih mampu berkompetisi daridapa negara kaya tersebut….. :))