Imbas Software Pendidikan terhadap Kultur Bangsa
Pulang Kerja kemaren saya menyempatkan diri untuk mampir ke Gunung Agung di salah satu mall di surabaya, karena titipan dari seorang tetangga rumah untuk membelikan CD software untuk anaknya yang berumur sekitar 11 tahun. setelah memilah dan memilih akhirnya dapet 2 CD, 1 CD untuk pendidikan eksak dan satunya lagi untuk pendidikan rohani. Ketika sampai di rumah CD tersebut coba saya running sekedar untuk mengetahui sampai sejauh mana materi dan bagaimana proses penyajian serta penyampaian kepada siswa. Setelah me run program tersebut akhirnya saya sedikit menyimpulkan bahwa:
1. Bagus proses penyampaiannya.
2. Materinya juga lumayan.
3. Hubngan antar materi virtual dengan yang di sekolah juga tak teralu jauh.
4. kekurangannya harus memasukkan CD nya bila ingin me running program tersebut (yah meskipun bisa diakali dengan virtual CD namun apakah user yang merupakan sasarannya mampu untuk melakukan tersebut?).
Bila pada blog saya kapan hari sempet mengulas "new bill gates will come from asia" atau ulasan dari asia week tempo hari mungkin saat ini bisa terlihat, betapa tidak bila kita ingin mengambil bagian dalam komoditas pendidikan dinegara kita sebaiknya jangan keterlaluan deh, ingatlah bahwa kita hidup dinegara yang populasinya hampir 1/3 nya termasuk kalangan miskin atau kurang mampu, menyediakan PC dirumah aja toh belum tentu bisa apalagi beli CD tersebut..hehe.
jangankan gitu saya yakin 100% bahwa develop aplikasi pendidikan tersebut pun dibuat bukan dari software developer yang original apalagi OS belum lagi ide nya tersebut juga bukan ide orisinil pula, bukankah trend untuk kelas virtual atau e-learnig tersebut sering dimunculkan di lounching - lounching porduct depveloper untuk mempermudah pemakaian???. Bila salah satu tujuannya adalah mecerdaskan bangsa dan mengambil keuntungan dari yang anda lakukan buat anak bangsa ada cara yang masih bisa dikatakan wajar, salah satunya yaitu membiarkan user menggandakan (mengkopi) software tersebut ke PC nya tanpa perlu menambahkan virtual CD di dalamnya. Nah mungkin muncul pertanyaan bagaimana bila user dalam hal ini "pembajak" melakukan pembajakan atas karya cipta?.. simple jawabannya yaitu yang pertama berarti harus terus melakukan update terhadap software anda dan materi yang ada didalamnya, lakukan sweeping langsung sambil sosialisasikan product ke pangsanya langsung tanpa perantara. jangan segan - segan datangkan para pakar eksak sebagai penilai dan pengisi dalam CD software, otomatis kualitas software makin meningkat dan makin penuh rekomendasi dari para pakar, Disamping itu pula lakukan promosi serta sosialisasi keliling sekolah - sekolah untuk memperkenalkan serta mengajak pembicara (pakar pendidikan pendukung software tersebut), kalo perlua langsung datangi tiap sekolah - sekolah yang mampu maupun yang tak mampu, tapi jangan lupa untuk membawa slogan gunakan software asli dan lakukan sweeping juga dalam misi anda untuk datang kesekolah - sekolah tersebut.. hehe, apabila ada seuah sekolah ketahuan memperbanyak product tersebut pertimbangkan dulu keadaan sekolah tersebut, bisa jadi memang tak mampu untuk membeli… hehe jangan lupa masi banyak sekolah yang gedungnya hampir ambruk atau malahan udah ambruk hanya karena pihak sekolah tak mampu untuk melakukan renovasi gedung. Saya yakin bila hal ini berhasil dilakukan sedari dini terhadap anak - anak dibawah umur maka budaya untuk menghargai hasil karya orang lain akan tinggi dan budaya untuk membajak akan berkurang, syukur-syukur akan musnah disamping itu keuntungan anda juga tetap tak berkurang.