Komoditas Kesehatan
wah .. uda lebi dari beberapa hari, ngga ngeblog ..yah maklumlah, ada kondisi urgent yang butuh konsentrasi dan tenaga lebi tinggi..haha…alasan klasik
Btw, kali ini pengen ngomentari betapa anehnya negara kita ini, setelah pendidikan yang dianggap sebagai komoditas ada lagi sekarang, yaitu kesehatan, apakah karena ingin menyampaikan pesan bahwa "mencegah sakit itu lebih baik daripada mengobati" lantas dengan semena - mena beberapa rumah sakit dengan seenaknya membuat standartisasi harga agar jarang ada yang sakit masuk kerumah sakit tersebut dalam artian kita harus selalu menjaga kesehatan, ahh.. apa ngga ada cara laen selain itu?, kok sepertinya malah menimbulkan eksklusivisme dikalangan rakyat kita, coba tengok berapa prosentase orang-orang yang harus opname dirumah sakit dalam hal ini dibangsal daripada di paviliun?, coba kaji lagi apakah di paviliun itu karena pilihan sendiri atau karena anjuran dari rumah sakit yang mengatakan bahwa bangsal saat ini penuh?. coba tanyakan lagi apakah mampu mereka bayar paviliun lah wong keluar rumah sakit aja mereka harusa nyerahkan ktp atau surat keterangan dari RT_RW setempat?… hem, sepertinya nih PR bersama, jangan-jangan karena kebetulan kita hidup di negara yang kapasitas penduduknya terbesar diantara negara besar lainnya akhirnya diberlakukan seperti itu?, yah ..mungkin kasarnya "biarin dah toh berkurang satu tetep ngga menurunkan rangking kita dari negara yang populasinya terbesar" …hehe, semoga tidak terjadi demikian, dan lagi…. kalo dipikir - pikir lagi makin ribet, mending nonton tom and jerry, meskipun babak belur tetep idup.