Membaca berita ini pikiranku jadi menerawang jauh waktu SD dulu, jadi inget beberapa guru yang memiliki karakter beda - beda, selalu memberikan suport tinggi kala saya masih duduk di sekolah dasar, betapa nakalnya kala itu, berantem, nglempar kaca, tawuran, ngutang bu kantin ampe ribuan, ngembat buah mangga sekolahan, taruhan maen kelerang, maen gambar wayang, ampe dicari - cari orang ruma gara-gara mandi disungai yang notabanenya sungai tersebut adalah sungai terangker dikawasan rumahku yang lama. Nah, namun para guru - guru ku disekolah kala itu tidak ada yang nge-blame luh harus gini, harus gitu … hehe, pernah suatu kali salah seorang guru favoritku menraktir makan bakso di kawasan dekat alun-alun kabupaten, karena kala itu aku menerima piagam untuk pelajar teladan, saya jadi bertanya, "pak ternyata gaji guru itu gede pak ya, bisa sampe nraktir siswanya" .. dengan pelan dan seenyumnya yang selalu simpul menyembul dibelakang kumis tipisnya, guruku tersebut kemudian mengeluarkan amplop putih dan menunjukkan isinya kepada ku, "ini yul coba kamu liat ada berapa itu" .. sambil membuka perlahan, ternyata diluar dugaan isinya cuman 17 ribu rupiah, "kok cuman segini pak??" (saat itu bakso harganya 1000 rupiah permangkoknya), dengan santai dan tenang beliau berkata "makanya yul, kalo besar nanti jangan jadi guru, kasihan keluargamu nanti", dalam hati saya berujar ternyata tidakmudah menjadi seorang guru, ditengah himpitan keluarga, tanggung jawab moral terhadap muridnya serta sisi laen dari keinginannya untuk maju dan membahagiakan keluarganya ternyata …hhheeh, semoga amal baikmu selalu diterima oelh Yang maha kuasa Pak. Melihat berita tersebut sepertinya patut diacungi jempol bahwa setelah memberikan materi untuk anak didiknya baru kepentingannya untuk menuntut perbaiakan dilakukan. Jadi mengingat hari ini adalah hari guru maka ijinkan saya berucap "Selamat hari Guru, semoga amal dan jasa-jasamu diterima oleh Yang Maha Kuasa", selaen itu saya juga mendukung perbaikan kesejahteraan di lingkungan guru-guru di sekolah.