Archive for November, 2006


RFID untuk Bagasi Pesawat

Are you ready for this?…..tuh liat negara tetangga kita udah masang, sepertinya bentar lagi jadi menjamur diindonesia, apalagi nih kalau bukan RFID, konsepnya sih bener untukmengatasi bagasi nyasar dan bisa langsung nyamoe kepemiliknya, buktinya saat ini sering terjadi, penumpang pesawat naek dari surabaya-jakarta tapi bagasinya nyampe makasar..haha, manajemen perbagasian yang aneh..haha, tapi jangan lupa masi ada kelemahannya, seringkali bagasi pesawat kembali kepemiliknya dengan selamat namun isinya berkurang, nah kaloseperti itu gimana ngatasinya ???

Sisi Lain Tutup Bukunya google answer

Membaca Banner besar di tampilan google answer rasanya ada yang membuat pikiran kita ini tergelitik untuk mengungkapkannya, apalagi dalam sebuah blog rekan, ada yang sempet mengamati perkembangan google answer, dengan hanya menjawab pertanyaan tersebut maka kita akan memperoleh fee tersendiri dari jawaban yang kita berikan buat user yang mengajukan pertanyaan, yang mengusik pikiran saya adalah apabila fee tersebut diberikan kepada si penjawabnya maka berarti ada sistem perhitungan kasir, finance atau accounting tersendiri dalam satu web tersebut, bukan begitu?, lalu keuntungan google answer itu tersendiri dateng dari mana?, padahal kalo semisal hanya menyediakan web untuk tanya jawab dengan mengabadikan penjawabnya kan udah ada wikipedia yang notabenenya katanya udah dibeli oleh google, well .. hehe, daripada pusing - pusing, langsung aja pertanyaan dalam tulisan blog diaatas ditanyakan ke google answer dan yahoo answer, simple kan? :D

Gladi Bersih Wisuda

Today, sebenarnya merupakan hari libur, karena ada alasan kondisional maka libur hari ini kubatalkan, alasan kenapa musti libur hari ini adalah ada gladi bersih untuk wisuda tanggal 2 lusa. yah mungkin memang gladi bersih namanya tapi teknisnya selain gladi bersih ketemu temen-temen kampus, mulai dari temen seangkatan dalam jurusan(karena angk tua cuman tinggal 3 orang), seangkatan beda jurusan sampe angkatan dibawah kita, mo ngikutin eventnya dengan seksama eh malah ga konsen, lah wong kita banyak ngobrol dengan rekan samping, malah banyak becanda, malah banyak ketawa, ya gitu akhirnya ngga kelar-kelar, posting estimasi mestinya jam 12 kelar lah kok malah ngga kelar-kelar alias….molor, blum lagi sorenya harus balik kantor lagi hu..uh. namun dari gladi bersih oh..maap mungkin lebi enaknya namanya reuni bukan gladi bersih :)) ada satu usulan unik yang entah pernah terlaksana atau ngga, yaitu gimana kalo semisal prosesi wisudanya dibikin format standing party dengan style ala barbeque namun tak mengurangi kehidmatannya?…hayuh, kapan nih

Parameter Salary di Indonesia

Setelah berbulan - bulan mencari LSM yang brani mengeluarkan parameter untuk salary di negara kita akhirnya, ada juga yang mencoba membuat parameter, tak jelas data didapat dari brapa responden, tak jelas pula di kota mana tapi yang pasti dikeluarkan oleh LSM yang memang bergerak atau konsen ke survey pengolahan data lapangan data ini menurut saya bener-bener bermanfaat untuk membuat parameter salary modal dalam interview dan deal gaji dengan perusahaan - perusahaan nanti yang bakal saya masuki, thanks to kelly

Akhirnya hujan juga

Akhirnya surabaya diguyur hujan. Sedari siang udara panas menerpa suasana surabaya seperti biasa yang terjadi salama beberapa bulan ini, namun manakala malam mejelang tak ada firasat sedikitpun yang mengatakan bakal turun hujan malam ini, yah meskipun diluar ruanganku udara panas begitu menusuk namun yang kurasakan dalam ruanganku sebaliknya, dingin, sedingin coke yang telah 5 menit disajikan oleh Mcdonald (ya teranglah, lha wong ruang server, 2 ac mengarah ke server yang hanya didiami oleh 3 orang). begitu keluar kantor tiba - tiba tetes-tetes air turun seakan menyertai akan aktivitasku malam ini usai, kubiarkan saja tetes ini berjatuhan meskipun didalam bagasi vespa ada jas ujan, ,tak kupedulkan bakal masuk angin atau besok bakal demam atau apalah yang penting hujan adalah berkah dari yang diAtas meskipun benar tidaknya ini bakal jadi bencana menurut orang-orang Lapindo karena ada kemungkinan tanggul lumpur jadi jebol atau mungkin surabaya bakalan banjir karena selokan mampet dan air tidak mengalir karena sampah menutupi ujung gorong - gorong pembungan air, ahh.. itu karena salah kita sendiri yang merusak dan tak bertanggung jawab terhadap hasil ciptaan yang di Atas, ya udah trima resikonya seperti peribahasa "apa yang kau tanam maka kau terima hasilnya"..hehe. Salah satu alasan mengapa tak kupakai jas ujan tersebut adalah kerinduan akan guyuran hujan yang hampir 8 bulan ini tak kurasakan, terdengar sayup - sayup di sepanjang jalan yang kulewati bunyi katak yang sepertinya memanggil - manggil butiran air tersebut agar turun lebih banyak dan lebih deras, daun - daun pohon di sepanjang jalan seakan-akan bergoyang-goyang mengikuti irama katak yang berdendang, sepertinya turunnya hujan di malam ini mengiringi dan menemani tidurnya penduduk disini yang telah sekian bulan kegerahan dan mengharap akan turunnya hujan. Tak terasa jaket yang kukenakan makin lama makin basah, dalam benakku yang yang kupikir saat ini adalah kerjaan jadi nambah yaitu sering - sering nyuci motor padahal kalau musim kemarau minim sebulan sekali dicuci, kalau sekarang sepertinya seminggu sekali atau bisa juga kurang dari seminggu. Akhirnya dengan santai kuberhentikan vespa dan kukenakan jas hujan kebesaran (haha..), well namun ada satu yang ngga bisa kuterima sampai sekarang, kenapa setiap awal-awal musim hujan listrik pasti padam, ga nanggung-nanggung hampir 2 jam ..huuh, yah meskipun cuman diawal-awal hujan turun aja sih, coba liat awal musim hujan taun depan, pasti gitu lagi. gimana nih PLN nya?…..mentang-mentang suport utama listrik kali yaa?? :)) …dasar.

Guru Juga Manusia

Membaca berita ini pikiranku jadi menerawang jauh waktu SD dulu, jadi inget beberapa guru yang memiliki karakter beda - beda, selalu memberikan suport tinggi kala saya masih duduk di sekolah dasar, betapa nakalnya kala itu, berantem, nglempar kaca, tawuran, ngutang bu kantin ampe ribuan, ngembat buah mangga sekolahan, taruhan maen kelerang, maen gambar wayang, ampe dicari - cari orang ruma gara-gara mandi disungai yang notabanenya sungai tersebut adalah sungai terangker dikawasan rumahku yang lama. Nah, namun para guru - guru ku disekolah kala itu tidak ada yang nge-blame luh harus gini, harus gitu … hehe, pernah suatu kali salah seorang guru favoritku menraktir makan bakso di kawasan dekat alun-alun kabupaten, karena kala itu aku menerima piagam untuk pelajar teladan, saya jadi bertanya, "pak ternyata gaji guru itu gede pak ya, bisa sampe nraktir siswanya" .. dengan pelan dan seenyumnya yang selalu simpul menyembul dibelakang kumis tipisnya, guruku tersebut kemudian mengeluarkan amplop putih dan menunjukkan isinya kepada ku, "ini yul coba kamu liat ada berapa itu" .. sambil membuka perlahan,  ternyata diluar dugaan isinya cuman 17 ribu rupiah, "kok cuman segini pak??" (saat itu bakso harganya 1000 rupiah permangkoknya), dengan santai dan tenang beliau berkata "makanya yul, kalo besar nanti jangan jadi guru, kasihan keluargamu nanti", dalam hati saya berujar ternyata tidakmudah menjadi seorang guru, ditengah himpitan keluarga, tanggung jawab moral terhadap muridnya serta sisi laen dari keinginannya untuk maju dan membahagiakan keluarganya ternyata …hhheeh, semoga amal baikmu selalu diterima oelh Yang maha kuasa Pak. Melihat berita tersebut sepertinya patut diacungi jempol bahwa setelah memberikan materi untuk anak didiknya baru kepentingannya untuk menuntut perbaiakan dilakukan. Jadi mengingat hari ini adalah hari guru maka ijinkan saya berucap "Selamat hari Guru, semoga amal dan jasa-jasamu diterima oleh Yang Maha Kuasa", selaen itu saya juga mendukung perbaikan kesejahteraan di lingkungan guru-guru di sekolah.

Perlukah senjata dijual bebas dinegri kita ini

Sebuah berita di Detik menceritakan tentang potret keangkuhan orang-orang berada, coba liat , kadang ada benernya juga kenapa pelarangan senpi di negara kita ini di berlakukan sampe sekarang, bukan karena pemerintah egois berharap bahwa hanya aparat yang berhak memakai senjata atau pemerintah kuatir bila dibebaskan membawa senjata maka bukan hukum dinegara kita yang berlaku tapi hukum rimba, yaitu siapa yang kuat dia yang menang, siapa yang mampu beli senjata itu yang menang, ngga peduli dia salah atau bener. Kadang saya bersyukur bahwa negara kita tak mengenal adanya perdagangan senjata meskipun  kadang banyak yang suka berbuat nekat dengan menganggap bahwa semua barang potensial untuk menjadi senjata diri ..hehe, biasalah insting manusia, spesifik disini adalah senpi/senjata api. well… saya mendukung 101% pelarangan yang jual beli senjata api negara kita!!!

Brain Management

Dulu pernah saya membayangkan bahwa sebenarnya otak kita ini mampu untuk menampung beban yang unlimited, hal itu pernah dikuatkan oleh seorang speaker dalam sebuah seminar bahwa "minyak bumi, biogas, tenaga surya dan listrik adalah sumber daya yang tidak bisa diperbarui, alias suatu saat bakal hilang (sedikit kontra dengan statement beliaunya), namun sebenarnya sumberdaya yang bisa diperbarui adalah otak kita yang selalu memikirkan sumberdaya yang bisa diperbarui lagi" begitulah pesen si speakernya, agak kontra namun bila difikir - fikir lagi ada benarnya juga kata-kata beliau yang terakhir tadi, otak kita adalah sumberdaya yang sangat ampuh yang bisa diperbaharui, bila otak kita mati maka akan lahir pemikir-pemikir baru yang akan memikirkan mencari sumberdaya pengganti sumberdaya bumi yang hapir habis ini, terlepas dari itu semua kemudian semakin kuat bahwa jangan biarkan otak kita berhenti meskipun cuman semenit saja, coba alihkan ke hal yang laen, agar makin berkembang dengan perdaban jaman dan terus bekerja dan bekerja… :D, beberapa waktu kemudian dalam suatu buku di kenalkan tentang IQ dan EQ, hal ini makin memperkuat bahwa sebenarnya otak kita ini bisa dimanage apabila kita bener-bener konsosisten untuk memahaminya, at the end of this blog, see the diagram first and use your brain to make your self understand, have a good night fellows.

Komoditas Kesehatan

wah .. uda lebi dari beberapa hari, ngga ngeblog ..yah maklumlah, ada kondisi urgent yang butuh konsentrasi dan tenaga lebi tinggi..haha…alasan klasik :D
Btw, kali ini pengen ngomentari betapa anehnya negara kita ini, setelah pendidikan yang dianggap sebagai komoditas ada lagi sekarang, yaitu kesehatan, apakah karena ingin menyampaikan pesan bahwa "mencegah sakit itu lebih baik daripada mengobati" lantas dengan semena - mena beberapa rumah sakit dengan seenaknya membuat standartisasi harga agar jarang ada yang sakit masuk kerumah sakit tersebut dalam artian kita harus selalu menjaga kesehatan, ahh.. apa ngga ada cara laen selain itu?, kok sepertinya malah menimbulkan eksklusivisme dikalangan rakyat kita, coba tengok berapa prosentase orang-orang yang harus opname dirumah sakit dalam hal ini dibangsal daripada di paviliun?, coba kaji lagi apakah di paviliun itu karena pilihan sendiri atau karena anjuran dari rumah sakit yang mengatakan bahwa bangsal saat ini penuh?. coba tanyakan lagi apakah mampu mereka bayar paviliun lah wong keluar rumah sakit aja mereka harusa nyerahkan ktp atau surat keterangan dari RT_RW setempat?… hem, sepertinya nih PR bersama, jangan-jangan karena kebetulan kita hidup di negara yang kapasitas penduduknya terbesar diantara negara besar lainnya akhirnya diberlakukan seperti itu?, yah ..mungkin kasarnya "biarin dah toh berkurang satu tetep ngga menurunkan rangking kita dari negara yang populasinya terbesar" …hehe, semoga tidak terjadi demikian, dan lagi…. kalo dipikir - pikir lagi makin ribet, mending nonton tom and jerry, meskipun babak belur tetep idup.

Sisi lain dari film crash

Setelah nonton inside a man, dilanjutkan nonton "crash", sebuah pelm yang menggambarkan masalah rasis di amrik sono sampe sekarang masi menjadi masalah dan tak kunjung ada hentinya, meskipun sering digembar-gemborkan kepada seantero dunia bahwa amrik merupakan negara bebas bagi semua lapisan, ras dan culture, pelm yang di sutradarai oleh paul haggis tersebut mengambil setting beberapa sisi kehidupan manusia beserta intrik dan permasalahannya, di situ diceritakan bahwa setiap manusia memilik masalah sendiri - sendiri, ada yang terbiasa selalu berbuat baik namun tampangnya jahat, ada yang memiliki sisi baik namun hanya untuk kalangannya sendiri, ada yang terbiasa berbuat jahat namun masih memiliki sisi baik, ada yang berpura-pura bersikap baik namun sebenarnya jahat, ada yang ragu - ragu untuk berbuat baik ataukah harus berbuat jahat, dan masih banyak yang laennya, uniknya semua sisi tersebut bertemu dalam satu kepentingan yang tidak disengaja, sepertinya output yang ingin ditangkap oleh si director tersebut bahwa kita harus selalu berbuat baik dimanapun kita berada dan jangan terburu-buru untuk memvonis sikap dan prilaku seseorang sebelum kita bener-bener memahami latar belakang dari sisi orang tersebut serta dalam kondisi seperti apa orang tersebut saat ini. ah.. mungkin itu yang diharapkan si directornya, tapi rasanya tidak hanya itu saja sih, selain bahwa setiap orang masi memiliki kebaikan meskipun yang dilakukannya adalah hal yang sangat jahat atau merugikan orang lain, selain itu ..hem ..sepertinya kalau melihat dari pelm itu pemerintah amrik masi memiliki PR yang tak kunjung selesai yaitu rasis sampai dengan sekarang, nah gitu ..kok masi mau repot - repot usil ngurusi urusan rumah tangga negara laen…. ck..ck.ck