Archive for October, 2006


Ke Luar Pulo Jawa

Wah 2 hari ini, bener-bener melelahkan, tapi cool abis, coba bayangkan pergi ke suatu pulo yang dalam range kira - kira hampir 100 an kilometer tuh jalannya lurus aja disamping pantai..mulu seperti ngikut kemana ada pantai disitu jalan aspalnya berada, ga rugi keluar pulo :)pikirku, tapi ya gitu panasnya ampun-ampun dah, sampe mandi 5 kali di masjid deket kantornya situ untungnya
takmir masjidnya baek, mandi berapakalipun senyum ramahnya ga brubah sedikitpun. Kalo ada yang bilang banyak senyum di bulan puasa bisa nambah pahala, mungkin yang dimaksud adalah senyumnya takmir masjid tersebut, semoga bener amin… (mentang - mentang dibolehin mandi di masjid :)) ). Daerah yang kusinggahi tersebut merupakan daerahnya orang-orang "priyayi" istilah itu komunitas yang menjunjung tinggi kesopanan bersikap dan kesantunan dalam bertutur kata gitu. emang sih kalo diliat dan diamati lagi emang bener begitu keliatan dari keramahan orang - orang disana,selain itu sebenarnya dari pemandangan, makanan khas dan  suasana, bener-bener mendukung penuh untuk liburan. sayang nih pas bulan puasa, coba kalo ngga bulan puasa pasti ngendon sehari lebih lagi disono … yo wis ntar deh abis puasa brangkat lagi…. :D

Antara Dunia Kerja dan Kebutuhan

Bener-bener seharian ini tadi libur dari seluruh aktivitas, sebeanrnya ada janji ketemu dengan rekan - rekan vendor BK untuk pembahasan technical project untuk suatu daerah tingkat II selain itu juga ada deadline di kantor yang menginginkan untuk di demokan hasil semedi beberapa hari ini, tapi apa daya untuk mencet tombol hape buat konfirmasi aja ga kuat palagi untuk ngangkat hape.. yang pasti teler abis, sorry guys :) .Tapi ada untungnya berada di rumah seharian ini, salah satunya yaitu memperbaiki Curiculum Vitae yang sedianya memang butuh untuk diperbaiki lebih lanjut lagi, karena saat ini sedang musim perekrutan di lingkungan kerja, pa mungkin karena sebagian besar orang - orangnya berencana cabut nunggu THR keluar?, atau karena memang perlu adanya regenerasi dilingkungan kerja situ, atau emang udah waktunya butuh penjurusan terhadap bidang yang lebih spesifik untuk menangani kerjaan itu?.. who knows, ah..yang penting selama salary, insentip dan tunjangan cocok kenapa ngga?! toh pada prinsipnya manusiawi bila kita mencari yang lebih baek meskipun kita tlah mengenyam yang tempat yang baek.

lagu yang buat begidik…

Di malam ramadlan yang sunyi ini, tiba - tiba saya tertbagun oleh suara lagu dari radio, yang ternyata lagu milik "all american rejects" judulnya "it ends tonight". Sebenarnya kebiasaan memposisikan radio dalam kondisi mode on ini sebenarnya udah lama, dari mulai smp kalo ga salah, dan hanya beberapa kali saja terbangun kala dengerin sebuah syair lagu di radio. Lagu "all american rejects " ini menceritakan tentang kondisi seseorang yang baru menyadari bahwa lingkungan sekitar kita tidak jujur terhadap kita, bisa jadi tahun ini, bulan ini, minggu ni, hari ini, jam ini, detik ini, atau bahkan bisa juga pada saat blog ini ditulis. Dan yang terjadi bisa jadi kegembiraan, kebahagiaan, kesedihan, penderitaan atau bisa juga kebingungan bukanlah hal yang sebenarnya terjadi saat itu. di lagu tersebut berharap untuk sementara biarkan dulu sendiri agar mampu untuk memahami dan membaca kondisi yang sebenarnya terhadap dirinya dan terhadap lingkungannya, serta segeralah mengakhirinya untuk mecoba menghadapi hari esok, apapun yang terjadi. berikut petikan syairnya:

When darkness turns to light
It ends tonight,
It ends tonight.
Just a little insight won’t make this right
It’s too late to fight
It ends tonight,
It ends tonight.

yak, harus diakhiri malam ini juga keadaan seperti ini, untuk berfikir dan merasakan yang sebenarnya terhadap lingkungan dan keadaan kita saat ini, agar besok pagi kala kita bangun mampu untuk menjawab tantangan esok hari. hu..uh.. dalem banget ..hehe. terakhir ngerasakan bangun tengah malem gara - gara dengerin syair lagu dari radio, yaitu pada saat lagunya audioslave pertma kali di puter yang judulnya "like stone", gimana ngga terbangun, lah wong lagunya bener - bener buat merinding malem - malem, lagu itu secara musikalitas sih emang enak ..tapi kalo dipahami lagi syairnya menceritakan tentang kondisi dimana kita telah tahu bahwa sebentar lagi maut akan menjemput kita, apa lagi yagn bisa kita lakukan selain duduk termenung merenungi semua perbuatan yang telah kita lakukan dan berharap Allah mengampuni semua perbuatan kita. yah..termenung.. duduk diam.. seperti batu  (like a stone).

waduuuhh…pusing..pusing :((

Beberapa hari ini perut ngga seberapa bagus untuk di ajak kompromi, mungkin karena puasa jadi ada pergeseran waktu dalam pola pengisian perut ..akibatnya, yah tahu sendiri lah, sering kebelakang untuk "deposit" beberapa kali dalam sehari, aga enakan dikit..eh kembung….wis..wis.
Tapi kalo semisal dibawa tiduran diruma rasanya ga mala bakal sembuh, bisa jadi makin malas dan makin ga bener, mending di bawa kerja sehingga proses untuk adaptasi di bulan puasa ini jadi agak mendingan jalannya alias.. cepet menjadi biasa. Sebenarnya pusingnya kepala nih bukan karena sakit perut tadi atau deadline kerja yang makin bejibun atau menumpuk tanpa mengenal waktu dan batas, tapi karena rekan - rekan seruanganku banyak yang memberdayakan "ngabuburit" selama bulan puasa untuk menunggu adzan maghrib, ga nanggung - nanggung masak keluar mulai jam 1 siang sampe abis maghrib, kalo ditanya yang alasan inilah..itulah, gimana profesionalitas kinerja mereka?…. sebenarnya bukan urusanku sih, biar ..mereka seharian ngabuburit kek…namun coba liatlah efeknya untuk rekan yang laen, mestinya bukan menjadi bagian mereka eh malah mereka yang ngerjain akibat yang biasa ngerjakan ga ada ditempat.. alias…ngabur, palagi mereka juga punya tugas dan job deadline sendiri-sendiri..hehe, Ah.. yang penting kerjaanku bener meskipun deadline makin deket, lirik kiri ..sama- sama punya deadline dan anehnya sakitnya sama perut..wakakaka, daripada pusing karena dikejar deadline mending …mojok ah di blakang 2 rakmon (rak server gede ukuran 2mX90cmX3m) .. sambil bersemedi (bacanya tidur, kan tidur dibulan puasa dapet pahala katanya) .. zzz..zzz..zzz

antara SONY sebagai biang Laptop toshiba dan fujitsu

Wah ternyata Fujitsu dan toshiba telah menemukan "kambing hitam" … oupss sori kasar banget, penyebab product mereka mengalami cacat  yaitu terbakar secara fisik :D. Baru - baru ini kita dikejutkan oleh cacatnya produt laptop buatan fujitsu dan toshiba, yaitu bila panas maka dengan sendirinya akan terbakar, lalu usaha yang dilakukan Fujitsu dan toshiba yaitu menarik laptop yang ada batrenya sony, nah loh apa hubungannya??… secara logis kalo laptop toshiba dan fujitsu yang disalahkan maka berapa coba total kerugiannya?..yang pasti jauh lebih gede daripada bayar royalty ke SONY dan menyatakan "maap untuk kali ini luh (SONY) yang kujadikan sasaran salah, ntar mulai besok ganti aja merknya dengan label batrenya fujitsu atau batrenya toshiba, toh luh kan lebi aman kayak gitu? Quality Product luh lebi aman mbuatnya ya tho … disamping itu apa kurang duit royaltynya?.. "

Mendewasakan diri dari sisi Antagonis

Setiap manusia memiliki hak untuk menentukan sikap secara dewasa, sampai sejauh ini penelitian belum menemukan parameter yang tepat untuk menentukan apakah seseorang dikatakan layak atau dianggap telah dewasa menurut umur, fisik, kemampuan maupun pengalaman. Ngga mudah melakukan sikap yang dewasa, apalagi tuntutan dewasa menjadi kebutuhan pada saat itu, sepertinya dibutuhkan ketenangan hati dan kejernihan fikiran, cara pandang pun dituntut tidak lebih dari satu sisi apabila kita ingin dianggap dan diperlakukan oleh teman, rekan kerja atau orang lain sebagai manusia dewasa, sasarannya sebenarnya "apakah baik untuk kedepan?", "mengapa harus begini?", "apakah keadaanya tidak mendukung melakukan alternatip lain?", ataukah "apa tidak ada solusi laen selain hal ini?" dan "apa untungnya bagi semua? dia? dan kita?", namun diantara semua itu ada satu sisi lain dari sikap dewasa yang jarang kita temukan karena cenderung manusia ingin dianggap dan dipuja-puja sebagai pahlawan..hehe yaitu bersikap dewasa dari sisi antagonis. mendewasakan diri dengan menjadi seorang antagonis nggalah gampang dilakukan, butuh lebih dari sekedar sikap-sikap diatas untuk mendasarinya, dibutuhkan pula kejelian dan ketelitian lebih dalam mengukur kemampuan dari pelaku - pelaku disekitarnya, bila memang pelaku disekitarnya cenderung telah berusaha semampunya untuk bersikap maka apabila berhasil sih ngga masalah, tapi bila gagal?..maka peran antagonis yang dewasa ini akan mengangkat lagi untuk menutupi kekurangan atau menunjukkan jalan yang semestinya yang perlu dilakukan..hehe dan kadang, kadang cenderung orang-orang dengan mudah menilainya sefihak tanpa di fikir - fikir dulu untuk apa dia melakukan itu, namun apabila ngga ada usaha untuk menghargai perbuatan atau penyikapan masalah dari yang kita lakukan maka ngga laen itulah antagonis sejati (becareful dengan orang seperti ini).