Sedikit Pelajaran dari berbisnis
Entah kenapa 2 hari ini kepala agak kurang nyaman untuk diajak berfikir fokus, Ada sebuah kondisi dimana setiap masalah yang menjera butuh untuk diberikan sebuah sinyal titik temu, salah satunya yaitu sebuah vendor yang sudah lama menyiapkan srategi untuk mendepak dari belakang. Critanya gini, berawal dari sebuah project yang membutuhkan kemempuan skiil yang kebetulan biasa kukerjakan .. seperti Wifi, saat project pertama kulakukan dari pihka vendor mengharapkan memberikan gambaran tentang wifi secara garis besar beserta setingannya sebagai bahan presentasi ke manajemen atas, bilangnya gitu. Lalu untuk pendahuluan tanpa berfikir panjang kulakukan tugas tersebut demi "teman" dan vendor rekan kerja. Alhamdulillah pekerjaan pun kelar dengan akad di awal bahwa untuk fee jasanya jangan terlalu tinggi karena maintenance nanti akan diperoleh perbulan dari situ, ok..pikirku, deal. Ending di akhir ternyata sepeser pun untuk maintenance tidak diberikan sama sekali alias "awu-awu" istilah jawanya. Lalu project kedua pun jalan kali ini skupnya lebih lebar dan lebih banyak. kulakukan tugasku sebaik-baiknya karena hanya skiil ini dan hasil kinerjaku lah yang merupakan modalku untuk melanjutkan hidup. Sesuai dengan perjanjian diawal untuk semua kinerja engineering / jasa merupakan tanggung jawabku, hardware dan sisanya merupakan tanggung jawabnya.Belum kelar 100% project kedua lalu muncullah bakal project 3, 4, 5 dan ke 6, untuk anasliasa permasalahan yang ada di project 3,4 dan 5 telah kuberikan gambaran analisa penyelesaiannya, namun ternyata fatal akibatnya, setelah itu tidak ada kontak lagi yang menyinggung masalah itu atau berhubungan dengan masalah itu .. tiba-tiba udah terdengar kalo project 3 dan 4 udah kelar, sedangkan project 5 dalam tahap finishing dengan informasi sepenuhnya ditangani oleh vendor tadi tanpa melibatkan orang luar. hem… wah kok gini pikirku… ok lah, toh aku masi punya tanggung jawab project 2, pada saat project ke 2 pengerjaan sebelum finishing kok sepertinya menuntut harus ngajari mereka untuk melakukan setingan, disamping itu dair fihak mereka sering menanyakan tata cara pengerjaan secara mendetail… wah - wah ada yang ngga bener nih..hehe. begitu sampai dirumah, kucoba untuk merenung untuk memecahkan dan menyikapinya. berarti feelingku mengatakan mereka sedang mempelajari trik maupun cara - cara penyelesaian seperti yang biasa kulakukan agar bisa melakukan dengan sendiri..hehe.ok ..deh, bila gitu kita tunggu ntar. dan ternyata saat ini mereka membutuhkan untuk instalasi yang biasanya setingan maupun securitynya biasa kupasang, dengan niat untuk memberi sedikit pelajaran dan yah… kupasang harga yang tinggi dengan dasar .. mau silahkan ngga mau ya uda, toh aku ga rugi tenaga dan pikiran ..
semoga bisa menjadi pelajaran, dan semoga ini merupakan solusi terbaik untuk menyikapi antara teman kerja dan teman ….hhufff, mungkin ini kali yang dinamakan bisnis itu kejam.i heat if i had to do this .
September 28th, 2006 at 12:43 am
Kadang harus ada pembeda antara bisnis dan teman. Aq setuju dgn mu bro. But ada yg lebih penting, yaitu “yang penting kamu mau ngerjain dengan harga segitu”. Maupun itu datang dari temen or cust biasa, harus ada “harga”. thx for sharing bro !