Archive for August, 2006


Lolos dari lumpur lapindo

Huaahh…. akhirnya balik pulang, meskipun dalam benak kemarin saat balik kesurabaya dari pasuruan bakal menemui hambatan macet lumpur lapindo namun ternyata tidak terjadi. Alhamdulillah bisa balik jam sepuluhan ..yah meskipun agak ngrutu soalnya besok harus masuk pagi dan dijalan ga tentu nyampe jam brapa tapi akhirnya sampe surabaya pukul 11:30. Macet kena lapindo ..yah pastilah lha wong lewat tol atau bawahpun dua-duanya sama-sama macetnya kok…tapi ada satu sisi yang membuat  kita beruntung bisa lewat tol dan cepat nyampe rumah, ceritanya ruas jalan dari bundaran menuju tol ditutup sedangkan kearah porong lewat bawah dibuka dan macetnya..ck..ck… mulai bundaran udah macet, kalau dari gempol menuju tol jalannya dibuka, akhirnya dengan agak nyuri jalan, ku putar setir melewati jalan salah deket tikungan gempol, kemudian kubelokkan kearah jalan tol, meskipun di ruas jalan tersebut ada marka lurus tanpa terpotong… aahh… yang penting nyampe rumah…hehe…
setelah masuk tol ternyata jalan sepi sekali, sesekali keliatan ada truk pengangkut untuk kelapindo, meskipun speedo menunjukkan 40 km doang.. yang penting jalan terus, begitu udah melewati lokasi lumpur lapindo……sssuuuuuutt… langsung tancap gas…..hehehe.Alhamdulilah akhirnya bisa pulang dan nyampe rumah dengan selamat……

hem…

Huaah…
Akhirnya nulis lagi, setelah hampir beberapa minggu ini waktu dan tenaga abis buat traveling.
Turut berduka cita atas musibah yang melanda di berbagai belahan indonesia, semoga dari musibah itu kita menjadi tercambuk untuk berfikir maju dan tidak selalu mengambil hikmahnya saja, karena rasanya sudah sering kita mendapat musibah dan memang itu hal yang biasa, tapi kapan kita berfikir untuk mengantisipasi adanya musibah tersebut?? ..itulah hal yang luar biasa untuk dilakukan.
Apakah karena kesalahan manusia itu sendiri???… jawabnya iya, karena kodrat manusia selalu berbuat dosa,apakah SWT punya kehendak??.. bisa iya bisa tidak, tergantung kita menyikapinya, apabila memang kehendak Allah SWT, rasanya perlu kita fikirkan lagi, benarkah ini "cobaan", "ujian" atau hukuman??
bila ini cobaan berarti Allah SWT masi memberi perhatian, apabila bencana ini adalah "ujian" itu artinya kualitas dari sifat kemanusiaan kita dan kualitas dari keimanan kita sedang di uji untuk mengharapkan output yang lebih baik dari sebelum-sebelumnya, namun apabila bencana ini adalah "hukuman"….fiuhhh… brarti kita telah berulang kali melakukan hal yang pantas atau layak untuk dihukum, selebihnya lebih baik kita kembalikan ke hati kita masing-masing untuk menjawab pesan dari Allah SWT.
lebih dari itu untuk bangsa dan negara ini.. rasanya saya cuman berharap, suatu saat apabila ada bencana lagi atau yang sekarang sedang dilanda bencana, tidak terbiasa mengharapkan bantuan dari negara asing, karena kalau budaya mengharapkan bantuan itu masi ada, rasanya selamanya negara kita belum akan dipercaya menjadi negara yang mandiri, berdiri kokoh tanpa sokongan atau bantuan asing, tapi…kapan yaa???