Membenci yang mana???
Sebuah pelajaran berharga dan mendalam beberapa hari ini terpetik, berawal dari salah satu sikap yang paling saya usahakan untuk jauhi (semoga bisa dihindari) yaitu berbohong, paling jengah rasanya bila harus mengatakan yang tidak sebenarnya kepada orang disekeliling kita alias bo’ong, sebab berkaca pada diri saya sendiri, karena saya termasuk penganut tipikal yang paling tidak suka untuk dibo’ongi, sekali di bo’ongi selamanya mungkin saya akan berfikir dua kali bila berhubungan atau ngobrol lagi..hehe.. maklum bawaan dari lair
Dan kebetulan hari ini pun terjadi….wuih.. rasanya sesek, seperti ada yang nusuk kedalam tubuh sampai ngga bisa napas menegetahui ternyata disekitar kita ada yang dengan terang- terangan berbo’ong, dengan mencoba untuk berpura-pura percaya akhirnya kuiyakan tapi untuk selanjutnya mungkin tidak akan tumbuh rasa percaya atas sikap atau tindakan yang diambil olehnya bila berhubungan atau bekerjasama tanpa melihat dengan mata kepala sendiri.
Perlukah untuk dibenci???
Rasanya perlu, tapi sebaiknya panah kebencian harus tepat mengenai sasaran agar ada sedikit pelajaran terhadap sikapnya. Lalu kemanakah arah tujuan kebencian diri tersebut, yang pasti bukanlah keorangnya karena kalau kebencian keorangnya penyelesaiannya lebih mudah, yaitu ga usah ketemu lagi …selesai, lha tapi gimana lah wong tiap hari pasti ketemu??, supaya tepat arah panah bencinya, ya.. ke sikapnyalah, karena sikap dan tindakannya itulah yang menyebabkan timbul permasalahan ini, dan bukan orangnya ya tho ??!!… karena bukan hanya orang itu yang bisa bo’ong tapi saya sendiri juga kadang khilaf untuk berbohong meskipun untuk alasan yang baek, jadi pertanyaan yang tepat, kenapa dia bisa berbo’ong?? apa tujuan dia berbohong??dan apa untungnya dia berbohong???….
jadi.. sudah berapakali hari ini kita berbo’ong???
July 6th, 2006 at 5:06 pm
Setuju mas iyul,
saya juga kurang suka sama orang yg suka bo’ong, tapi klw untuk joke gpp lah asal g kelewatan aja.
Tapi saya sangat g suka klw kejujuran saya diragukan. Mood saya bisa balik 180 derajat.
July 7th, 2006 at 3:19 am
I am agree with u mas…
But, klo bo’ong untuk kebaikan khan gpp juga yach. Misal : orang tua kita lagi sakit pengen makan bakso, tp ama dokter dilarang makan. Kita bisa bo’ong klo dagang baksona ga jualan lagi ato abis…^-^ Itu demi kebaikan.
But, klo untuk menipu ato untuk keburukan, itu baru patut kita benci.Iya khan…