menggugat UNAS
Hari ini sepertinya maslah UNAS makin memanas, bayangkan menteri pendidikan sampe dituntut untuk mempertanggungjawabkan hasil UNAS, tidak sedikit yang merasakan tak lulus dari UNAS, padahal diantaranya ada yang udah tembus PMDK ke perguruan tinggi. Sebagai orang yang beradab mungkin sebaiknya tidak langsung memvonis bahwa pemerintah yang bertanggung jawab terhadap keadaan tersebut, tapi pernahkah kita berfikir apakah memang bener-bener siswa yang ga lulus itu kualiatasnya tidka bisa dipertanggung jawabkan sampai-sampai UNAS saja ngga lulus.
kalo kita perhatikan bener-bener sebenarnay pemerintah telah mengambil sebuah tindakan yang tepat dengan melakukan seleksi kualitas lewat UNAS dengan sangat ketat, sebab dalam beberapa dasawarsa kepemimpinan menteri pendidikan tuntutan fasilitas blajar mengajar dan tuntutan kualitas akan tenaga pendidik selalu di kedepankan padahal saat ini sudah jarang yang mau mengabdikan diri sebagai pendidik di sekolah-sekolah, lalu kapan siswa akan mengimbanginya jika tidak dimulai dari sekarang?.sebuah tindakan tegas memang dilakukan oleh pemeritah berharap agar siswa lebih bener-bener bisa memahami tuntutan akan persaingan kualitas SDM baik di asia tenggara maupun asia bahkan didunia.
kita selalu bertanya, dimana-mana gedung sekolah rubuh atau udah reyot, tapi pernahkah kita berfikir kalo fasilitas sekolah di negara kita ini masih lumayan lebih baik dibandingkan negara seperti india, tapi mengapa kualitas SDM kita selalu ketinggalan dibandingkan india?.. rasanya jawabannya saya kembalikan lagi kepada hati kita masing-masing.
Yah ..semoga dengan keadaan ini maka kita semakin memahami bahwa sebagus apapun kualitas pengajar maupun fasilitas blajar mengajar, jikat itdak diimbangi keinginan dan kemauan siswanya untuk maju sama saja nonsen.